Sumber:
http://dominikadanmarissa.blogdetik.com/2012/08/23/marissa-haque-dari-dominika-dittwald-learn-everything-from-everybody/
Pada saat kita di luar Indonesia, tentu setiap detik adalah saat
memulung ilmu, benar yang dikatakan oleh karibku Dominika Dittwald bahwa
we learn everything from everybody. Kesukaan kami dalam hal
membaca memang klop satu sama lainnya.
Namun karena Bahasa Inggris
adalah bahasa ibu dari Dominika (selain Perancis dan Polandia), maka
saya selalu tertinggal dalam hal capaian jumlah buku yang telah habis
kami baca setiap minggunya. Dan saya jadi hampir selalu mentraktirnya
minum susu-coklat panas di cafetaria dekat kampus kami, karena hampir
selalu kalah 'taruhan'. Kami memilih minum susu-coklat atau
moccacino karena Dominika faham saya Muslimah dan tidak meminum alkohol (walau saat itu saya masih
on-off-on-off pakai kerudung terutama pasca kejadian
September 11).
Seingatku Dominika sering mengucap nama Sir Ken Robinson yang mengatakan: "...
never confuse knowledge with common sense...".
Robinson adalah seorang pendidik revolusioner yang mengatakan bahwa
ada fakta yang menyebutkan (tahunnya saya lupa) bahwa 98% anak di
Amerika Serikat lahir dengan kemampuan
"divergent thinking." Dan hal itu membuat mereka 'tidak ada matinya' di dalam mencari solusi terhadap setiap permasalahan yang mereka hadapi!
Tak heran selama kami sekolah film di
School of Film, Ohio University, Athens, USA kami selalu hampir setiap hari dicekoki kalimat "...
there is no room for mistakes!"
Knowledege comes but wisdonm lingers. Knowledge is power, the more you know, the more powerful you become. Uang, harta, dan jabatan dapat hilang, namun melalui ilmu Allah, nalar, kasih, dan kepedulian akan
remain sustainable...
insya Allah...
Di dalam Bahasa Latinnya kurang-lebih adalah begini:
" Tamdiu discendum est, quamdlu vivas"...
Bismillahirrahmannirrahiiim...
Marissa Haque dari Dominika Dittwald: "We Learn Everything from Everybody"